SUJUD

BAMBANG A.W, 2020
50 x 100 cm
Acrylic on canvas

Manusia tidak tahu apa yang diinginkan Tuhan, mereka hanya berusaha memahami dan tidak melakukan kesalahan. Namun pemahaman tidak dapat merangkul bumi, dan ingatan tidak sekuat Samson atau Goliat. Manusia kerap salah berijab dan berkiblat, namun kekuatan untuk mencari Tuhan menguatkan angin gurun dan lautan selongsong peluru. hendak menyatakan bahwa ia ingin terbebas. Ia ingin hidup dalam lautan penerimaan dan samudra maaf. Pesan dari ujung timur laut Siria pada kehidupan yang riuh di seberang ialah untuk menunjukkan keindahan harapan para perempuan di penampungan perang. Sujud merupakan salah satu karya yang ingin menggambarkan hadirnya harapan para perempuan di al-HolĀ  atas kehidupan yang lebih baik. Keadaan tersebut bukan berkaitan dengan rumah yang tetap atau pendidikan anak yang lebih baik, melainkan keadilan dan penerimaan bagi mereka yang telah salah melangkah. Kebencian terhadap dunia telah menyelubunginya selama hidup, dan pertemuannya dengan kekejian telah membuatnya sadar bahwa manusia tidak dapat saling membenci dan menindas. Tidak ada jalan bagi para perampas kebebasan untuk memuji Tuhan, dan dengan hal ini perempuan tersebut hendak menyatakan bahwa ia ingin terbebas. Ia ingin hidup dalam lautan penerimaan dan samudra maaf. Pesan dari ujung timur laut Siria pada kehidupan yang riuh di seberang ialah untuk menunjukkan keindahn harapan para perempuan di penampungan perang.

SEMBAH

BAMBANG A.W, 2020
50 x 100 cm
Acrylic on canvas
Tidak ada kesempatan lain untuk berdoa kepada Tuhan selain ketika manusia masih hidup. Tidak ada imam lain selain yang dihalalkan kepadaku, yang dapat menunjukkan jalan terindah menuju Allah pencipta semesta alam. Namun imam tersebut entah di mana; melebur bersama lempeng besi yang tertimbun api, atau melayun dengan debu-debu mesiu. Sembah merupakan salah satu karya yang menggambarkan bagaimana perempuan terus berharap untuk menemukan Tuhannya di tengah kegelapan perang yang mencekik. Bendera telah koyak tiangnya tidak lagi diterima oleh kulit bumi. Kehilangan imam atau keluarga dan sanak di medan pertempuran telah menjadi setapak hidup perempuan-perempuan Inggris, Jerman, Saudi, Maroko, Rusia, dan Turki yang memutuskan diri membantu ISIS di Siria. Tidak ada yang menginginkan mereka kembali ke rumah dengan atap batu yang hangat, atau perapian di Eropa, atau tungku masak kayu di Indonesia. Tidak ada tempat bagi mereka untuk kembali melepas.

SEBUT

BAMBANG A.W, 2020
50 x 60 cm
Acrylic on canvas
Tiada tuhan selain Allah, dan hanya dengan memanggilnya aku dapat segera menemukan perjanjian manusia dengan Penciptanya. Tidak ada yang dapat diharapkan di bumi selain kekacauan. KerajaanNya tidak kutemukan di dunia, selain dalam doa. Kupanggil namanya dengan harapan dapat menanggalkan pesan pada dunia untuk menanggalkan senjata; egonya, keinginannya, hasrat-hasratnya. Kembali pada keindahan alami dari semua makhluk, ialah perdamaian. Sebut merupakan salah satu karya yang menggambarkan keindahan perempuan dalam harapan baru. Tidak ada yang dapat hidup setelah badai salju atau pasir panas, kecuali benih-benih baru kehidupan yang masih menunas. Harapan perempuan di kamp penampungan ex-ekstrimis menunjukkan keindahannya yang internal-juga eternal. Kecantikannya tidak hadir dalam lekuk serta peralihan warna, dari merahnya bibir ke pantulan cahaya di ujung hidung, atau dari rona jingga pipi.