BAHTERA KEHIDUPAN NUUH SEJAGAT

HENDRA BUANA, 2020
150 x 300 cm
Acrylic on canvas, mix media

Hikayat atau kisah Nabi Nuuh sangat lah menjadi inspirasi saya dalam melukis yg bertemakan religi. Secara Ideoplastis, saya berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap image dari kisah Nabi Nuuh yg banyak di kenal orang ini,
dalam pengekpresiannya, baik secara Abstrak simbolik maupun mendekati realis nyata yang di padukan menjadi satu Style /gaya dalam lukisan saya.
Karena sangat menyentuh rasa yang begitu mendalam akan kejadian air BAH yg begitu besar menenggelamkan bayak manusia di zaman Nabi Nuuh, Sehingga Bahtera ini di temukan kembali yang Terdampar di Bukit Jodi pegunungan Ararat Turki.
Sedangkan secara Pisikoplastis, saya sangat tertarik dan tergoda dengan tekstur kayu yang sudah memfosil untuk saya ekpresikan guna mencapai daya pukau Artistik yang tinggi pada lukisan yang kami inginkan . Lebih dari itu saya berupaya untuk mencapai satu kesatuan yg harmonis antara konsep lukisan ini dgn penggambarannya.

Penghormatan pada Tanah Parahiyangan

HENDRA BUANA, 2020
122 x 150 cm
Acrylic on canvas, mix media

Sesuai dengan judul lukisan ini, adalah “Penghormatan Pada Tanah Parahiyangan” karena lukisan ini sengaja saya buat di Bandung.
Secara ideoplastis, saya tersentuh dengan arti beberapa kata dalam basa Sunda yang mempunyai arti sangat luas.dan mendalam.seperti : “SABILULUNGAN”, yang artinya “Seia-sekata, atau saling tolong menolong”. Dari sini saya coba untuk mengekspresikannya sesuai dengan pengalaman Artistik yg saya miliki. Dimana sedikit atau banyaknya, juga saya dapatkan dari orang dan guru besar di tanah parahiyangan. Seperti pada syariat yang ada di Tasikmalaya dan lain-lain di Jawa Barat. Sebagai orang Minang. saya punya paham yaitu: “Dimana bumi di pijak, disitu langit di junjung.” Maka lahirlah lukisan seperti ini.
Secara Piisikoplastis, saya tertarik dengan benda peninggalan yang ada di tanah parahiyangan seperti Senjata Tajam Kujang. Sehingga ada keinginan untuk menggekspresikannya menjadi satu kesatuan dengan ide dan citra budaya masa lampau yang digarap menyesuikan dengan Citra kekinian. lebih dari itu adalah untuk mencapai suatu karya yang religius tradional yang bercitra modern.