The Solitary Tower

IZAL BATUBARA, 2020

60 x 50 x 55 cm

Mixed Media Assemblage

Karya ini merupakan upaya visualisasi ruang soliter saya untuk merenung mengenai kepercayaan saya. Ruang berpikir dan kontemplasi mengenai kehidupan yang sifatnya sangat personal. Kerap kali saya kehilangan kata- kata untuk dirangkai sedemikian indah agar orang dapat berkena dengan diri saya. Terkhusus mengenai pilihan beragama saya, cara saya beribadah, saya lepaskan ke dalam bentuk yang dapat diinterpretasikan, dimaknai, diubah konteksnya, atau bahkan dihilangkan maknanya secara keseluruhan. Karya ini tidak berusaha memberikan dikte terhadap apapun. Karya ini merupakan cerminan bagi diri saya dalam beragama, yang dapat diinterpretasi secara seluas-luasnya.

Kebahagiaan Bagi Seluruh Umat

IZAL BATUBARA, 2020

100 x 40 x 10 cm

Bent Metal, Welded

Kebahagiaan Bagi Seluruh Umat Membahas agama atau kepercayaan religius lewat karya seni rupa adalah pengalaman baru yang unik bagi saya. Kedua hal ini sangat berbeda sifatnya. Agama memiliki ikatan-ikatan maupun aturan yang perlu diikuti oleh pemeluknya, dengan ganjaran yang setimpal apabila aturan tersebut tidak diikuti. Sedangkan seni rupa (terutama kontemporer) sifatnya sangat membuka terhadap kebaruan, bersifat materil bukan metafisik. Apabila dikategorikan dalam lembaga pencari kebenaran, dua hal ini memang berdiri dalam kategori yang terpisah. Yang satu mencari kebenaran etis, dan yang satunya mencari kebenaran estetik. Namun, setelah melakukan riset kecil, benang merah yang sebenarnya dapat dilihat sangat jelas menarik perhatian saya. Kata ‘kebahagiaan’ yang sangat problematis, penuh makna dan mengundang interpretasi. Menurut saya, apapun bidangnya, yang hidup akan mencari kebahagiaan. Agama, ilmu, estetika, filsafat, pada akhirnya mencari kebahagiaan jiwa, untuk terus dicari dan terus dipenuhi. Sebagai pemeluk agama, tentunya saya ingin mendapatkan kebahagiaan, namun untuk mencapai kebagaiaan tersebut epertinya saya perlu memberikan jalan yang sama untuk orang lain, pemeluk agama lain, ras lain, mendapatkan kesempatan yang sama tanpa terkecuali, Judul “Kebahagiaan Bagi Seluruh Umat” dan bentuk yang saya manifestasikan, saya pinjam dari serial tv dramatisasi musibah chernobyl. Pada salah satu segmen, terpampang sebuah spanduk bertuliskan The Happinness of All Mankind selama beberapa detik. Tulisan yang saya ubah artinya ke dalam bahasa Indonesia ini sempat mengganggu pikiran saya selama berbulan-bulan. Memikirkan potensi besar yang dipegang dalam kalimat ini. Kalimat ini dapat melahirkan suatu tindakan yang amat suci, namun disaat yang sama memiliki potensi destruktif yang kuat, yang dapat menghancurkan umat manusia itu sendiri.