TOPENG KELANA

RASKIM SANGGAR JAKA BARU

Pada fase terakhir ini adalah Topeng Kelana. Sebagian orang memaknai topeng Kelana ini sebagai simbol angkara murka, kerakusan manusia. “Ada yang menyebut simbol angkara murka ada juga yang berbeda. Maknanya, topeng ini menjadi pusat perhatian seniman, budayawan dan pengamat topeng,


Bentuk topeng berwarna serba merah dengan kumis tebal dan tatapan mata tajam serta gagah. Pada gerakannya, topeng Kelana ini lebih kepada mengaktualisasi diri dan ekspresif. Namun, gerakan pada topeng Kelana sejatinya menggambarkan sebagai manusia yang mampu mengendalikan amarah nafsu.


“Ada satu pendapat bahwa yang menguraikan topeng Indramayu menjelaskan simbol sedulur papat kelima pancer atau empat nafsu dalam diri manusia. Nah, pada Topeng Kelana ini merupakan simbol dari tingkatan orang yang paripurna tapi bukan konteks angkara murka, melainkan orang yang sudah sampai pada tingkat aktualisasi diri, ekspresif,